Klo
membicarakan nisa kecil, ibu ku slalu bilang, klo aku anak nakal yang sering
bikin orang tuanya kewalahan. Benar bgt. Aku masih ingat ulah ku waktu kecil
yang sering bikin orang tua ku marah dan bahkan bkn ibu smp nangis. Iya, aku
ingat bgt klo aku emg nakal waktu kecil. Suka berantem sm adek ku, keras hati,
klo dibilangin melawan, pokoknya nakal bgt..
Aku
msh inget salah satu kenakalan ku, aku bikin ayah ku (alm) gak jd sholat Id gr2
aku kalungkan kaki ku ke kaki ayah ku shg ayah gak bs bergerak, yg cm gr2 aku
gak suka baju lebaran ku. Aku gak mau pk bj yg dibelikan, sebaliknya jg gak mau
pk bj yang lain.. Klo berantem sm adek ku, aku gak mau ngalah, dah dinasehati
sm ibu tetap gak didengerin sampe2 akhirnya ibu ku nangis..
Beranjak
dewasa aku mulai sadar mana yang baik mana yang gak. Tp tetap aja, sifat keras
hati ku masih blm bs berubah 100%. Dulu ibu ku sering menginginkan ku jadi
seorang dosen, tapi aku gak mau. Beribu2 kali mungkin ibu dan ayah ku meminta,
tp aku gak mau. Aku merasa aku tidak cukup idealis menjadi seorang dosen.
Sebaliknya aku bercita2 menjadi wanita career, dengan berbagai angan2 ku. Ku
jalani kehidupan kampus ku sambil belajar menjadi wanita career dengan ikut
serta dalam suatu organisasi yang bnr2 bs mewadahi keinginan ku. Di lingkungan
organisasi tersebut, aku merasa inilah yang aku cari selama ini. Lingkungan
dengan orang2 pinter, memiliki intelektualitas tinggi dan wawasan yang luas. Lingkungan
dimana aku merasa aku tidak ada apa2nya sehingga membuatku termotivasi untuk
maju dan lebih maju lagi. Dan aku merasa, dengan dapat berada dan melakukan
yang terbaik dalam organisasi tersebut, aku akan lebih mudah mencapai cita2 ku.
Aku jalani kehidupan kampus ku
dengan pergi kuliah pagi dan pulang malam karena aktivitas ku di organisasi
tersebut. Saat aku menjalani semua aktivitas itu, ibu dan ayah ku bangga dengan
kemampuan ku. Mereka sangat men-support ku (smpe2 ayah ku sll hrs menjemputkan
krn aku plg mlm dan gak ada angkutan umum lg ke rumahku, pdhal aku tahu bgt,
plg dari toko ayah ku capek bgt, di + lg dgn penyakitnya). Namun sebaliknya
walaupun mereka bangga, ibu dan ayah ku juga sering menasehati ku bahwa kodrat wanita bukan
seperti apa yang ku jalani saat itu. Namun karena sihat keras hati ku, aku
tidak mengindahkan semua kata2 orang tua ku.
Saat aku berada dipuncak career ku
dlm organisasi itu, saat itulah aku merasa gagal. Aku tak bahagia dengan apa
yang aku jlni, pdhal dari dl aku tahu pst bahwa posisi itu yang aku inginkan.
Aku melihat ibu dan ayah ku tidak bergembira dengan pencapaian ku. Bagaimana
tidak, pada saat itu aku jarang mengobrol, bercanda, bercerita dengan ayah ku,
ibu ku dan adek ku seperti yang biasa aku lakukan. Aku sendiri pun kehilangan
cerita dan canda tawa ku. Perlahan dan pasti aku sadar, bahwa bukan ini yang
baik untuk ku. Akhirnya aku memilih untuk kembali ke keluarga ku, dan
meninggalkan sedikit kekecewaan bhwa aku tidak dapat berbuat terbaik lagi untuk
organisasi tsb. Tp inilah pilihan ku, mengembalikan kebahagian keluarga ku dan
kebahagiaan ku.
Mulai saat itu, aku memilih untuk
menjadi anak yang lebih penurut bagi orang tua ku. Aku mulai mempertimbangkan
untuk menjadi dosen seperti keinginan ibu dan ayah ku. Kenyataannya benar,
memang dosen jalan hidup ku. Dengan berat aku menjalani kehidupan dosen, karena
tidak adanya pengalaman ku. Dengan support dari ayah, ibu, adek ku dan orang2
yang sayang dan bangga pada ku, aku mencoba menjalaninya dengan sebaik-baiknya.
Ternyata Tuhan benar2 sayang dengan ku, saat aku merasa berat dengan kehidupan
dosen ku yang br, diberiNya aku kemudahan untuk melanjutkkan dl kuliah ku
ketingkat yang lebih tinggi.
Mulai saat itu aku merasa, semua yang
diberikan Tuhan padaku adalah karena doa ibu dan ayah ku, karena semua itu akan
memberikan kebahagian bagi orang tua ku. Aku bahagia…., aku bahagia membuat
ayah, ibu ku bahagia… Dan mulai saat itu
aku juga meyakini dengan sepenuh keyakinan ku, dengan mendengarkan, menuruti kata2 orang tua ku sehingga memberikan kebahagian bagi mereka , hidup ku akan menjadi
sangat bahagia….