USB ku sayang, USB ku malang

hari ini sebenarnya aku mau posting blog nyeritain ttg film korea yang judulnya ICE BAR. Walaupun jdlnya gak menarik ternyata filmnya bagus bgt, syarat dengan nilai, pendidikan, dan pelajaran hidup,ada tawanya juga trus ada sedihnya juga.bagus bgt pokoknya. kalah deh Children of Heaven.

Pagi tadi, berhubung krn aku dah sumpek bgt liat data penelitian ku yang gak kelar2 padahal dah lewat deadline dan dah ditagih2 dosen, iseng2 aku nonton dvd aja. Rencananya mau refresh lg, biar stlh itu bs ngerjain data lg dgn semangat. Eh pas taunya hbs nonton film itu, aku malah semangat mau bkn crtnya. Dah diketik neh, blm brp dialog yg dicrtain, dtg deh sepupuku ngajak makan siang. Berhubung aku emang dah laper cos dah jam 11.30, ya udah tak pending tuh crt. Tp ttp, niatnya hbs makan siang, aku mau internetan ngimailin data ku yang diminta teman.

Eh taunya pas depan warnet, hbs makan, usb ku sayang usb ku malang gak ktm. gak tau jatoh dimana. dah dicr2 sepnjng jln dri kosan ke t4 makan dan warnet, gak ada. mana tu usb banyak storynya lagi. dari usb pertama yang aku miliki (bukan hanya pertama ding, tp jg satu2nya), yang dibeliin ka2k ku (b'hubung waktu itu aku blm mampu bl usb), usb yang tlh menemani ku dari awal kuliah smp skrg (dah thesis),trus usb yang plg srg kena brontox (smp2 dicaci maki ma tmn ku "usb brontox"), yg dah srg di clearinn dan diisi lg (b'hubung usb lain jg gak kebl2), yg tutupnya dah lama hlg tp tetap mampu bertahan sampe td pagi, dan yg plg parah tu usb menyimpan data thesis ku.....

akhirnya, cerita tentang usb ku sayang usb ku malang, berakhir hari ini................


KEYAKINAN KU YANG TAK TERBANTAHKAN

Klo membicarakan nisa kecil, ibu ku slalu bilang, klo aku anak nakal yang sering bikin orang tuanya kewalahan. Benar bgt. Aku masih ingat ulah ku waktu kecil yang sering bikin orang tua ku marah dan bahkan bkn ibu smp nangis. Iya, aku ingat bgt klo aku emg nakal waktu kecil. Suka berantem sm adek ku, keras hati, klo dibilangin melawan, pokoknya nakal bgt..

Aku msh inget salah satu kenakalan ku, aku bikin ayah ku (alm) gak jd sholat Id gr2 aku kalungkan kaki ku ke kaki ayah ku shg ayah gak bs bergerak, yg cm gr2 aku gak suka baju lebaran ku. Aku gak mau pk bj yg dibelikan, sebaliknya jg gak mau pk bj yang lain.. Klo berantem sm adek ku, aku gak mau ngalah, dah dinasehati sm ibu tetap gak didengerin sampe2 akhirnya ibu ku nangis..

Beranjak dewasa aku mulai sadar mana yang baik mana yang gak. Tp tetap aja, sifat keras hati ku masih blm bs berubah 100%. Dulu ibu ku sering menginginkan ku jadi seorang dosen, tapi aku gak mau. Beribu2 kali mungkin ibu dan ayah ku meminta, tp aku gak mau. Aku merasa aku tidak cukup idealis menjadi seorang dosen. Sebaliknya aku bercita2 menjadi wanita career, dengan berbagai angan2 ku. Ku jalani kehidupan kampus ku sambil belajar menjadi wanita career dengan ikut serta dalam suatu organisasi yang bnr2 bs mewadahi keinginan ku. Di lingkungan organisasi tersebut, aku merasa inilah yang aku cari selama ini. Lingkungan dengan orang2 pinter, memiliki intelektualitas tinggi dan wawasan yang luas. Lingkungan dimana aku merasa aku tidak ada apa2nya sehingga membuatku termotivasi untuk maju dan lebih maju lagi. Dan aku merasa, dengan dapat berada dan melakukan yang terbaik dalam organisasi tersebut, aku akan lebih mudah mencapai cita2 ku.

Aku jalani kehidupan kampus ku dengan pergi kuliah pagi dan pulang malam karena aktivitas ku di organisasi tersebut. Saat aku menjalani semua aktivitas itu, ibu dan ayah ku bangga dengan kemampuan ku. Mereka sangat men-support ku (smpe2 ayah ku sll hrs menjemputkan krn aku plg mlm dan gak ada angkutan umum lg ke rumahku, pdhal aku tahu bgt, plg dari toko ayah ku capek bgt, di + lg dgn penyakitnya). Namun sebaliknya walaupun mereka bangga, ibu dan ayah ku juga sering menasehati ku bahwa kodrat wanita bukan seperti apa yang ku jalani saat itu. Namun karena sihat keras hati ku, aku tidak mengindahkan semua kata2 orang tua ku.

Saat aku berada dipuncak career ku dlm organisasi itu, saat itulah aku merasa gagal. Aku tak bahagia dengan apa yang aku jlni, pdhal dari dl aku tahu pst bahwa posisi itu yang aku inginkan. Aku melihat ibu dan ayah ku tidak bergembira dengan pencapaian ku. Bagaimana tidak, pada saat itu aku jarang mengobrol, bercanda, bercerita dengan ayah ku, ibu ku dan adek ku seperti yang biasa aku lakukan. Aku sendiri pun kehilangan cerita dan canda tawa ku. Perlahan dan pasti aku sadar, bahwa bukan ini yang baik untuk ku. Akhirnya aku memilih untuk kembali ke keluarga ku, dan meninggalkan sedikit kekecewaan bhwa aku tidak dapat berbuat terbaik lagi untuk organisasi tsb. Tp inilah pilihan ku, mengembalikan kebahagian keluarga ku dan kebahagiaan ku.

Mulai saat itu, aku memilih untuk menjadi anak yang lebih penurut bagi orang tua ku. Aku mulai mempertimbangkan untuk menjadi dosen seperti keinginan ibu dan ayah ku. Kenyataannya benar, memang dosen jalan hidup ku. Dengan berat aku menjalani kehidupan dosen, karena tidak adanya pengalaman ku. Dengan support dari ayah, ibu, adek ku dan orang2 yang sayang dan bangga pada ku, aku mencoba menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Ternyata Tuhan benar2 sayang dengan ku, saat aku merasa berat dengan kehidupan dosen ku yang br, diberiNya aku kemudahan untuk melanjutkkan dl kuliah ku ketingkat yang lebih tinggi.

Mulai saat itu aku merasa, semua yang diberikan Tuhan padaku adalah karena doa ibu dan ayah ku, karena semua itu akan memberikan kebahagian bagi orang tua ku. Aku bahagia…., aku bahagia membuat ayah, ibu ku bahagia… Dan mulai saat itu aku juga meyakini dengan sepenuh keyakinan ku, dengan mendengarkan, menuruti kata2 orang tua ku sehingga memberikan kebahagian bagi mereka , hidup ku akan menjadi sangat bahagia….

CERITA TENTANG LAKI2 YANG PALING KU CINTAI DI DUNIA INI

Ku buat dengan tangis sedih kepergiannya (Pagi, 4 November 2006) dan linangan air mata kebahagiaan mengenangnya.

Cerita tentang ayah, tidak ada habisnya dalam kata-kata dan hati ku. Pria penyayang yang begitu mengabdikan dirinya untuk keluarganya. Pria sederhana yang pekerja keras, bijaksana, setia, ceria, suka bercanda, sangat penyayang, penyayang dan penyayang. Dengan rasa percaya dirinya yang tinggi membuat ku bangga dan sering tertawa karenanya. Pria tempat aku bercerita, bergantung, dan mengadu. Berada didekatnya membuat ku bahagia, terlindungi dan terhapus semua duka di hati. Aku sangat percaya padanya, semua menurutnya baik, ku coba untuk mengikutinya, dan ternyata benar, aku bahagia dibuatnya.

Dengan status pendidikan (yang mungkin menurut orang2 sekarang tidak tinggi), dia membesarkan ku, kakak dan adek ku sehingga kami bisa seperti sekarang ini. Dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang diajarkan dan ditanamkannya pada kami semua, membuatku menjadi pribadi seperti ini. Aku masih ingat prinsip dan nilai yang paling sering diingatkannya pada kami semua, KEJUJURAN, KELUARGA dan BAYANG-BAYANG SEPANJANG BADAN. Sederhana mungkin, tapi sangat berarti bagi hidup ku dan kebahagiaan ku.

Dirinya bukan dari keluarga kaya, sehingga kami pun hanya keluarga sederhana biasa. Tapi yang pasti, dibawah pimpinannya (dan tak lepas dari peran ibu ku, kakak dan adek ku tercinta) kami menjadi keluarga yang sangat bahagia. Seandainya ada yang bertanya bagaimana rasa kebahagiaan itu, dengan tidak bermaksud untuk menyombongkan diri, tanyakan lah kepada ku. Pernah suatu kali, teman dekat ku bertanya, kenapa aku selalu tersenyum? Aku menjawab, karena aku sangat bahagia. Sempurna sudah rasanya kebahagiaan ku. Aku memiliki keluarga yang sangat menyayangi ku dan aku sayangi, teman2 dekat yang aku sayangi dan menyayangi ku juga. Lalu untuk apa aku harus bersedih. Jikalaupun ada masalah yang ku hadapi yang datangnya dari pihak luar, aku yakin dengan ayah ku, keluarga ku dan teman2 ku semua yang ada di dekatku dan melindungi ku, aku bisa menghadapinya dengan mudah.

Dulu aku sering berdoa kepadaNya,memohon jangan ambil orang-orang yang ku cintai dari sisi ku, aku belum siap. Beberapa tahun belakang ini, dengan begitu banyaknya kebahagiaan yang dilimpahkanNya kepada ku dan keluarga ku, mungkin aku terlena dan lupa untuk memohon

kan

kembali, “jangan ambil orang-orang yang ku cintai dari ku”. Dalam umur 49 tahun, dia pergi meninggalkan kami, setelah memberikan semua jiwa dan raganya untuk membahagiakan kami semua. Kadang aku bertanya kepadaNya, kenapa begitu cepat dia tinggalkan ku dan keluarga ku. Belum sempat rasanya aku membalas semua kebahagian yang diberikannya kepadaku. Apa ini teguran bagi ku karena aku lupa, atau apa ini ujian bagi ku yang telah pernah merasakan kesempurnaan kebahagiaan, atau karena Dia menganggap aku sudah siap kehilangannya? Apa masih mungkin aku merasakan kebahagian yang sesempurna dulu tanpa kehadirannya?

 

Dan, mungkin kah ku temukan laki2 lain, yang ku cintai melebihi cinta ku padanya????????

cuma coba-coba

gw baru bikin blog
jadi cuma coba-coba doank
ternyata bisa....
ntar deh dilanjutin lagi dengan blog-blog yang baru.....